Langsung ke konten utama

Postingan

Aliran Rasa Bunda Cekatan

Setiap tahapan belajar di IIP selalu mencerahkan dan menggugah. Setiap perjalanan yang dilalui pun selalu penuh dengan emosi. Ada bahagia, haru, kecewa, sedih, bosan, bahkan marah. Tapi, tentu saja, di situlah seninya. Di situlah cara saya menyesap setiap ilmu yang saya dapat, agar nantinya saya bisa lebih mudah memanggilnya kembali saat dibutuhkan. Kelas Bunda Cekatan, kelas yang saya tunggu setahun lebih sejak lulus dari kelas Bunda Sayang. Kelas yang saat saya ikuti, saya juga teman-teman lainnya menjadi angkatan pertama. Bagaimana rasanya menjadi angkatan pertama? Excited! Saya pribadi rasanya sangat gembira, terlebih setalah mengetahui bahwa hampir setiap pekannya kami menerima kejutan dari Ibu. Ya, kami sebagai angkatan pertama difasilitasi langsung oleh Bu Septi, founder IIP. Pernah merasakan kelas Matrikulasi, kelas Bunda Sayang, kemudian kelas Bunda Cekatan, saya merasa kelas Bunda Cekatan adalah kelas yang paling menyenangkan dan menumbuhkan. Hal-hal yang membuat saya sangat ...

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Ketujuh

Alhamdulillah nggak kerasa sudah sampai di pekan ketujuh 😍 Di pekan ini kami merayakan kemajuan. Kami pun diberi lembar mewarnai gambar kupu-kupu. Karena saya nggak ngeprint worksheet kupu-kupu dari tim buncek, saya ngumpulin ini aja yaa... 🙈 Jadi ini gambar yang saya print untuk sesi mewarnai bersama anak-anak 😁 Sedangkan untuk mentor dan mentee saya menuliskan surat cinta serta mendapatkan balasan yang membuat saya terharu. Huhuhu... Insya Allah berproses di Mentorship Bunda Cekatan ini membuat saya, mentor, juga mentee menjadi pribadi yang lebih baik lagi... Aamiin... 

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Keenam

Di pekan keenam ini kami diajak untuk fokus dengan kemajuan yang diraih. Kami diberikan template yang berisi tabel : apa sukses hari ini? Apa kuncinya? Mau sukses apa besok? Kebetulaaann banget hari Jum'at, pas dimulainya tantangan ini, suami baru berangkat ke luar kota setelah berbulan-bulan nggak keluar kota. Benar-benar kesempatan untuk mempraktekkan ilmu manajemen emosi dan manajemen waktu yang sudah dipelajari. Ternyata di 2 hari pertama saya tumbang, karena jetlag. Haha... Tapi setelah saya melihat tabel kemajuan, ohhh ada juga yaaa kesuksesan saya hari itu 🤩 Kunci sukses saya pekan ini ternyata ada berdamai dengan keadaan dan mindfulness. Selain itu kami pun diminta menggambarkan diri setiap hari lewat gambar. Kalau testimoni, saya minta dari si sulung. Dan ternyata menurutnya bunda masih kurang sabar dan belum asik mainnya.  Waahh iya sih, saya sadar banget. Apalagi di pekan ini pas saya ditinggal ke luar kota dan jeboll ngomel di 2 hari pertama 🙈 Baiklah, berarti harus l...

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Kelima

Di pekan kelima ini kami kembali melihat rencana dan deadline yang sudah dibuat. Apakah ada kegagalan di sana? It's time to celebrate the false! Yaiyyy! Saya sendiri gagal di komitmen, huhuhu. Jadi deadline saya yang 1-2 Minggu meleset jadi 16 hari 🙈 Tapi Alhamdulilah progressnya baik. Sesuai dengan yang diharapkan. Kenapa bisa meleset? Karena saya menunda-nunda 😬 Terus kok bisa progressnya baik dan sesuai harapan? Salah satu yang membantu progress saya adalah tadabbur ayat lewat membuat jurnal Al Qur'an. Semakin belajar untuk memahami ayat Allah (saat ini khususnya ayat-ayat yang menceritakan betapa besar kasih sayang dan ampunan Allah untuk hambaNya), semakin saya ngerasa rugiii banget kalo saya nggak bisa maafkan diri sendiri untuk hal yang, mungkin kalo ayah masih ada, beliau tentu memaafkan saya... Terlebih lagi kalo fokus dengan hal negatif atau kesalahan diri terus menerus, itu salah satu tujuan syaitan ke manusia katanya, saya nggak mau jadi temen syaitan 🙈 Selanjutn...

Patronus

Menyimpan salah satu patronus yang harus diabadikan. Salah satu anchor yang menguatkan. Hari ini, saat wajah dan ceritaku dimuat di Instagram Ibu Profesional Sulteng, lengkap dengan peran yang kuambil di komunitas tersebut, si cinta menjadi yang paling bersemangat untuk membagikannya ke story WhatsApp dan Instagramnya. Waktu kutanya kenapa semangat banget gitu? Padahal akunya maluuuuu bangettt mau repost. Jawabannya : "biar orang lain tahu kalo istriku keren" (whaaattt? Gimana, gimana, Pak? 😅) "Dan biar makin banyak orang yang tahu IIP lalu merasakan manfaatnya". Woohooo~ Ini istimewa! Kalimat ini disampaikan oleh seorang suami, seorang ayah! Artinya, yang merasakan manfaat dari IIP bukan hanya si ibu yang sedang belajar di dalamnya, tapi juga ayah dan anak-anaknya yang mengamati proses belajar si ibu, dan merasakan perubahan positif pada diri si ibu, yang kemudian memberi makna positif juga pada keluarga. Ah, aku jadi teringat akan ucapan ibu ideologis kami, Ibu ...

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Keempat

Di pekan keempat ini kami mendapat pengetahuan baru, yaitu proses check in. Proses check in yang kami lakukan, antara mentor dan mentee, adalah proses mengobrol dan evaluasi apa yang sudah dijalani selama ini apakah sudah tepat atau belum, apa saja yang sudah baik, dan apa yang perlu ditingkatkan lagi. Saat saya check in dengan mentor, Alhamdulilah kami ternyata sudah merasa nyaman satu sama lain, dan proses kami insya Allah sudah berjalan sesuai tahapan yang direkomendasikan oleh tim Bunda Cekatan. Di pekan kelima dan seterusnya nanti mentor akan memberi saya PR dan saya menyetujuinya. Untuk proses check in bersama mentee Alhamdulilah juga berjalan baik. Saya mendapat feedback positif dari mentee saya. Semoga kami bisa sama-sama berproses dan tetap semangat dengan apa yang sudah kami tuliskan. Aamiin...

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Ketiga

Libur telah usai, kuliah dimulai lagi. Kali ini kami memasuki pekan ketiga. Di pekan ketiga ini kami diajarkan untuk membuat tujuan dan menyusun rencana. Langkah-langkah yang kami lakukan adalah : 1. Menentukan tujuan dan prioritas Kami menuliskan apa saja tujuan-tujuan yang ingin kami raih, kemudian mengurutkannya sesuai prioritas dengan mantra "first thing first". 2. Setelah menentukan tujuan dan prioritas, kami memilih satu yang teratas untuk diturunkan ke worksheet selanjutnya, yaitu worksheet rencana dalam jangka waktu 1-2 bulan, 1-2 tahun, dan akhir terbaiknya. 3. Setelah itu kami berlatih untuk menyusun langkah dan menetapkan deadline. 4. Praktekkan. Sebelum mempraktekkan saya mengkonsultasikan worksheet saya kepada mentor saya. Mentor saya bilang apa yang saya tuliskan sudah baik, tinggal saya praktekkan dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin. Kalau nantinya belum berhasil, maka saya tidak boleh menyerah. Sedangkan proses mementori yang saya lakukan pekan ini s...