Langsung ke konten utama

Postingan

Rapor saya di KLIP

Nggak terasa yaa udah masuk Maret aja, dan Maretnya udah tanggal 10! Dan tahu nggak sih? Di KLIP ternyata ada rapornya loh! Hehehe...  Januari, Februari, saya nggak konsisten nulis. Nggak konsisten setor. Alhasil rapor saya jelek. Saya dinyatakan hampir gugur karena selama Januari dan Februari lalu nggak dapat badge sama sekali. Heu... Kalo saya mau terus lanjut namanya ada di form setoran, saya harus dapat badge bulan ini. Hmmm... Apakah saya bisa? Akan saya coba!  Pas kapan itu saya pernah denger kalo KLIP memang nggak direkomendasikan untuk yang baru belajar nulis atau yang mau coba-coba aja. Kayak saya gini. Ternyata bener ya... Beneran menantang, butuh komitmen tinggi, butuh konsistensi tinggi, dan kalau cuma ikut-ikutan aja yaa.. Jadinya bakalan kayak saya ini. Dih malu euyyy...  Tapi saya pengen coba lagi bulan ini, meski dua bulan terakhir rapor saya jelek terus...  Saya pengen coba lagi karena saya ngerasa sebenernya menulis memang bantu saya jadi lebih baik...

Bahasa Cinta

Bulan lalu, melalui HIMA, saya membuat sebuah acara sharing sesama member dengan tema self love dan self care. Narasumbernya tentu saja bukan saya, heu. Sebelumnya saya beberapa kali membaca tentang self care dan pernah mengikuti webinar tentang self love, tapi saya masih merasa bias dengan keduanya. Setelah mengikuti sharing dari teman di komunitas, saya baru ngeh perbedaan keduanya. Ternyata dibanding self care, saat ini saya lebih butuh self love. Dan self love ini ternyata memang berkaitan dengan bahasa cinta kita masing-masing loh.  Dulu, saya berpikir bahwa bahasa cinta saya itu cenderung ke sentuhan dan waktu berkualitas. Nggak salah sih, saya memang lebih memilih untuk bersama dengan orang yang dicintai meski nggak ngapa-ngapain daripada dikasih sesuatu. Tapi ternyata kata-kata positif menjadi bahasa cinta yang cukup dominan terutama apresiasi dan validasi. Entah memang iya atau hanya karena saya merasa kurang apresiasi aja. Hanya saja, yang saya rasakan setelah saya menuli...

Surat untuk Diriku

Dear diriku, terima kasih banyak sudah berjuang hingga saat ini. Berjuang menjadi versi terbaik dirimu, berjuang menjalani berbagai peran yang tentunya tidak mudah, berjuang mengalahkan segala macam self talk yang tidak memberdayakan juga berjuang dari stigma negatif Ibu Rumah Tangga di luar sana.  Aku bangga padamu, aku bersyukur dengan semua yang sudah bisa kita lalui bersama. Dan ini semua tentunya atas izin Allah Yang Maha Rahim...  Kalau kita ingat, bagaimana kita bisa sampai di titik ini, rasanya air mata ini tak sanggup untuk tertahan. Kita pernah melalui masa-masa direndahkan dengan peran kita sebagai Ibu Rumah Tangga bahkan oleh sesama Ibu, kita juga pernah melalui masa-masa kebingungan apakah keputusan kita untuk tetap menjadi Ibu Rumah Tangga adalah keputusan yang tepat atau tidak, kita juga pernah merasa tak berdaya saat kita tak dianggap produktif oleh begitu banyak orang di luar sana hanya karena kita tidak menghasilkan rupiah dengan keringat kita sendiri, dan ki...

KLIP 2022, here we go!

Hello! Ini tulisan pertama di blog di tahun 2022. Agak kesiangan ya soalnya sekarang udah tanggal 16 Januari, hehehe... Tapi nggak papa deh daripada nggak sama sekali 😅 Nggak seperti tahun lalu yang akhir tahun dan awal tahunnya cukup santai, akhir tahun ini agak padat karena pengaruh aktivitas suami di kantor dan atmosfer mutasi di kantornya. Saya pun cukup hectic mempersiapkan acara di komunitas, padahal rasanya akhir tahun itu pengen banget liburan. Saya pun pernah berencana FSP kali ini pengen kemanaaa gitu, eh tapi sampai sekarang belum juga kesampaian. Hahahaha... FSPnya di rumah aja, dan nggak sefokus tahun lalu. Cuma bener-bener sambil nyantai dan ambil di momen yang pas. Nggak diagendakan spesifik kayak tahun lalu. Heu...  Seperti tahun sebelumnya, saya pun punya rencana untuk belajar hal baru tahun ini, atau membangun kebiasaan baik baru. Tahun ini saya ingin berperjalanan dengan KLIP, Kelas Literasi Ibu Profesional. Sebenernya tahun lalu sempet masuk FBG KLIP dan ikut d...

Jurnal 8 Bunda Salihah IIP : Scale Up Impact

Masya Allah Alhamdulillah... Nggak terasa akhirnya sudah sampai di tahap kedelapan perkuliahan Bunda Salihah. Meski nampaknya ini adalah akhir dari perkuliahan, namun sejatinya kami baru akan memulai proses yang sebenarnya di ekosistem Ibu Pembaharu, kalau loloooss~ hehehe...  Yup. Seperti yang Ibu sampaikan, nggak semuanya bisa masuk ekosistem, hanya mereka yang sungguh-sungguh dan siap. Nanti akan ada seleksinya, dan seleksinya nggak main-main pastinya. Ada panelisnya, ada wawancara juga. Pas denger itu saya deg-degan. Sampe nggak bisa tidur semaleman setelah nyimak live Ibu. Kira-kira kalo yang kayak saya gini layak dan berhak ikut seleksi nggak ya? 😬 Hal lain yang membuat saya berdebar nggak karuan selesai menyimak kuliah dari Ibu adalah karena di tahap ini kami diminta menentukan kelulusan kami sendiri berdasarkan indikator yang kami buat sendiri. Jadi di awal perkuliahan memang sudah disampaikan kalau akan ada kriteria lulus administrasi yang ditentukan oleh tim Bunsal, dan ...

Review Jurnal 7 : Apresiaksi

Di buddy review tahap 7 ini saya dipertemukan dengan mbak Lenti Nucifera dari IP Depok. Kami berkenalan singkat dan bertukar jurnal. Sayangnya saya nggak sempat mengobrol lebih banyak karena di pekan ini jadwal saya cukup padat. Prioritas online di WA pun tersita untuk persiapan acara sertijab di regional. Ingin sebenarnya ngobrol lebih jauh karena membaca jurnalnya saya tertarik ingin tahu. Qadarullah sepekan ini ternyata memang nggak ketemu waktunya untuk bisa ngobrol banyak...  Jurnal mbak Lenti sangat lengkap. Materi yang disampaikan ibu ditulis lengkap dan dibuat seperti e-book. Keren banget, deh! Saya jadi malu mengingat jurnal saya cuma gitu aja, heu...  Pengerjaan tugasnya juga nggak kalah ciamik. Mbak Lenti dan tim membuatnya dalam format excel karena nggak muat kalau ditulis di template. Iya sih, saya pun merasakan betapa terbatasnya ruang di template, tapi nggak kepikiran buat dibikin di excel gitu 😅 Dan inilah hasil review saya untuk mbak Lenti...  Secara umu...

Jurnal 7 Bunda Salihah IIP : Apresiaksi

Memasuki tahapan ketujuh di kelas Bunda Salihah semakin membuat otak menghangat, huehehe... Di materi apresiaksi ini ibu mengenalkan saya dengan beberapa istilah yang terdengar canggih yaitu theory of change dan the logic model. Bagi ibu rumah tangga tulen seperti saya rasanya istilah dan proses pengerjaan worksheet di tahap 7 ini bener-bener bikin otak ngebul. Bahkan suami pun baru dengar istilah ini. Meski sempat bingung alhamdulillah akhirnya selesai juga. Nggak bener-bener yakin apakah ini benar atau salah tapi saya inget pesan Ibu, yang penting berusaha memahami dan berproses.  Semakin menjalani proses belajar di kelas ini semakin saya paham posisi kami ada di mana dan sudah terbayang apa yang bisa kami lakukan ke depannya dengan ilmu yang sudah kami dapat ini. Satu hal yang sangat membekas dari kuliah Ibu kemarin, "Saya ingin teman-teman tahu bahwa kalau ingin bermanfaat bagi banyak orang itu ada struktur berpikirnya". Dan struktur berpikir itu yang sedang Ibu ajarkan k...