Langsung ke konten utama

Aliran Rasa Tahap Ulat-ulat



Alhamdulillah tahap ulat-ulat udah terlewati. Sekarang waktunya jadi kepompong. Nggak sabar buat kejutan permainan di tahap ini 🤩
Well, sebenernya aliran rasa ini mestinya ditulis dan disubmit sebelum hari ini. Tapi saya lupa terus, cuma saya pengen nulis aliran rasa juga meski nggak di waktu yang ditentukan. Ahahaha...

Kemarin waktu jadi ulat saya ketemu sama banyaaaakkk banget sumber ilmu. Kalo nggak bawa peta pasti saya udah tersesat di hutan pengetahuan yang luas itu. Alhamdulillah karena saya fokus dengan peta jadi saya hanya makan makanan utama, itu pun tidak semua. Soalnya saya takut kekenyangan. Hihihi...

Fokus terbesar saya adalah manajemen waktu, kemudian manajemen emosi. Cuma dua, tapi ternyata ilmu di bawahnya ada buanyaaakkk buangeeettt 😆
Saya fokus belajar bullet journal di keluarga manajemen waktu, dan mindfulness di keluaga manajemen emosi. Tapi jadinya belajar yang lain-lain juga sih. Kayak teknik Pomodoro di manajemen waktu, self compassion dan inner child di manajemen emosi. Terus saya juga sempet gabung sama keluarga Homeschooling karena kami sudah memutuskan menjadi praktisi homeschooling. Saya pribadi butuh penguatan dari teman-teman yang sudah lebih dulu menjalani proses homeschooling khususnya untuk putra putrinya yang berusia sekolah. 

Rasanya selama jadi ulat, hmmm... Bahagiaaaa karena ketemu sama banyak ilmu, tapi juga sedih karena nggak bisa maksimal belajarnya. Ini karena saya sendiri sih, bukan karena yang lain. Saya yang memang belum maksimal belajar, belum bener-bener langsung mempraktekkan hasil belajar. Saya juga jarang ikut diskusi karena kelasnya besaarrr banget dan traffic-nya padat, apalagi pakai telegram. Entah kok susah amat yaa mau catch up. Ada yang salah nih dengan diri saya, harus dibenerin 😅
Semoga di tahap kepompong saya bisa lebih aktif belajar dan praktek. Denger-denger sih tahap kepompong ini adalah tahap kita mempraktekkan apa yang sudah dipelajari selama tahap ulat agar menjadi laku kehidupan. Excited? Iya bangeeettt 🤩

Bismillah semoga bisa melalui tahap kepompong dengan baik, semangat, lancar, dan akhirnya lanjut ke tahap kupu-kupu. Aamiin ♥️

Palu, 18 Maret 2020
#BundaCekatanBatch1
#InstitutIbuProfesional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Jadi Fasilitator A Home Team

Hai-hai...  Saya punya cerita baru. Hehehe...  Jadi ceritanya saya lagi ikutan training fasilitator A Home Team dari ahometeam.id. A Home Team ini merupakan salah satu produknya Padepokan Margosari, keluarga panutan kami.  Dulu~ tanggal 14 Januari 2018 saya mengikuti workshop A Home Team yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Jogja. Pak Dodik dan Bu Septi langsung yang memberi materi. Perasaan saya waktu itu? Waaah seneng bangett~ saya bersyukur bisa ikutan workshop meski nggak bisa couple sama suami karena beliau jagain anak-anak. Setelah workshop saya dapat bekal untuk membangun tim keluarga dan saya merasakan keluarga kami menjadi lebih kompak.  Sekarang, saya belajar lagi tentang A Home Team dengan niatan ingin menguatkan home team kami lewat berbagi dengan keluarga lain sebagai fasilitator. Meski materinya masih basic, namun tetap ada hal baru yang saya dapatkan. Apalagi keadaan keluarga kami dan tantangan yang kami hadapi sudah berbeda dengan empat tahun lal...

Jurnal 4 Bunda Salihah IIP : SMART Goals dan Sumber Daya

Alhamdulillah... Akhirnya bisa nulis jurnal lagi. Huhuhu~ Beneran lega dan bersyukur karena ternyata saya bisa bertahan... Di materi 3 dan Questival kemarin rasanya pengen mundur aja... Karena memang perkuliahan kali ini terasa lebih berat... Plus saya memilih untuk membangun tim sendiri dan ternyata tim saya hanya berdua dengan suami. Pas materi 3 beliau ke luar kota dan kami nggak punya banyak waktu untuk ngobrol bareng tentang kuliah di kampus Ibu Pembaharu ini. Pas Questival beliau baru pulang dari luar kota dan saya sempet sakit gara2 mau haid jadi ikutan Questival nggak bisa extra miles. Lalu yang sekarang ini beliau sibuk banget sama kerjaan kantornya, weekend yang biasanya di rumah pun harus dihabiskan di kantor. Hiks... Sempet terpikir untuk mengerjakan sendiri aja atau menawarkan beliau untuk nggak usah lanjut aja atau bahkan sayanya mundur dari perkuliahan ini, tapi ternyata akhirnya kami bisa menyempatkan untuk ngobrol bareng tentang SMART ini dan oret-oret template bareng....

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Pertama

Alhamdulillah sudah sampai di pekan pertama tahap Kupu-kupu. Di pekan ini kami diibaratkan sebagai kupu-kupu muda yang baru belajar terbang.  Pembelajaran kali ini menggunakan fitur baru dari Facebook, yaitu fitur Mentorship. Setiap mahasiswa diminta mendaftar menjadi mentor untuk bidang yang dikuasainya, dan menjadi mentee untuk bidang yang akan dipelajarinya sesuai dengan peta belajarnya. Belajar Terbang Sebagai Mentor Awalnya saya bingung akan menjadi mentor di bidang apa. Saya sempat terpikirkan untuk menjadi mentor mengawal perkembangan anak usia 0-6 tahun. Kemudian keesokan harinya saya teringat bahwa selama lebih dari enam tahun kami sudah hidup tanpa TV dan kami bahagia dengan hal itu. Anak-anak kami tetap memiliki waktu melihat layar atau screentime, tetapi waktunya kami batasi dan durasi waktu tersebut sesuai kesepakatan kami dan anak-anak. Alhamdulillah selama ini anak-anak sangat minim aktivitas layar, sehari hanya maksimal 30 menit saja. Biasanya hanya 10-20 menit. Itu...