Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu Profesional

KLIP 2022, here we go!

Hello! Ini tulisan pertama di blog di tahun 2022. Agak kesiangan ya soalnya sekarang udah tanggal 16 Januari, hehehe... Tapi nggak papa deh daripada nggak sama sekali 😅 Nggak seperti tahun lalu yang akhir tahun dan awal tahunnya cukup santai, akhir tahun ini agak padat karena pengaruh aktivitas suami di kantor dan atmosfer mutasi di kantornya. Saya pun cukup hectic mempersiapkan acara di komunitas, padahal rasanya akhir tahun itu pengen banget liburan. Saya pun pernah berencana FSP kali ini pengen kemanaaa gitu, eh tapi sampai sekarang belum juga kesampaian. Hahahaha... FSPnya di rumah aja, dan nggak sefokus tahun lalu. Cuma bener-bener sambil nyantai dan ambil di momen yang pas. Nggak diagendakan spesifik kayak tahun lalu. Heu...  Seperti tahun sebelumnya, saya pun punya rencana untuk belajar hal baru tahun ini, atau membangun kebiasaan baik baru. Tahun ini saya ingin berperjalanan dengan KLIP, Kelas Literasi Ibu Profesional. Sebenernya tahun lalu sempet masuk FBG KLIP dan ikut d...

Puasa sebagai Hamba Allah

Seperti yang sebelumnya saya ceritakan di sini , saat di tahap telur kemarin proses belajar saya merujuk pada tema besar manajemen waktu. Saat itu saya mengawali brainstorming dengan membagi diri ke dalam beberapa peran, yaitu : peran sebagai pribadi (hamba Allah), peran sebagai istri, sebagai ibu, sebagai manajer rumah tangga, dan sebagai ketua HIMA. Dalam menjalankan peran-peran tersebut saya perlu kemampuan mengelola diri dan waktu dengan baik, agar semua peran bisa saya jalankan dengan bahagia dan tidak ada yang terabaikan. Kunci terbesar dari mind map saya memang manajemen waktu dan manajemen emosi. Maka, saat di tahap ulat saya melahap makanan utama di keluarga manajemen waktu, kemudian saya beralih ke keluarga manajemen emosi. Saya juga sempat ngemil di keluarga homeschooling untuk mendukung peran saya sebagai praktisi homeschooling. Dengan pertimbangan di atas, maka di tahap kepompong ini saya memilih puasa yang bisa mendukung berbagai peran saya. Pekan pertama ini saya me...

30 Hari Ngebujo Day 5

Hari kelima di tantangan 30 hari. Saya menulis lebih banyak jurnal syukur dan apresiasi hari ini. Saya mensyukuri hal-hal yang kadang saya lupakan, kesehatan, kenikmatan bisa berkumpul dengan suami dan anak-anak, suami dan anak-anak dalam keadaan sehat, kami bisa bercanda dan beraktivitas bersama... Di tengah ancaman virus Covid-19 yang membuat seluruh dunia heboh, rasanya hal sesederhana mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan dan keselamatan menjadi sangat berarti... Semoga esok dan seterusnya Allah selalu melindungi kami, menjaga kami, dan kami semakin pandai bersyukur juga semakin dekat dengan Allah... Aamiin...

30 Hari Ngebujo Day 4

Baru empat hari dan ternyata saya sudah hampir tumbang! Huhuhu~ Hari kemarin, entah kenapa, rasanya lelaaahh sekali. Sampai lupa kalau harus ngebujo. Tapi hikmahnya, saya jadi nggak tidur kemalaman 😅 Saya mau embrace, kalo kemarin saya memang nggak begitu fokus dengan tantangan, karena saya lagi libur puasa pekanan. Saya semacam merayakan buka puasa, hahaha... Meski sebenernya saya masih berperilaku seperti saat berpuasa... Tetapi sayangnya saya lupa untuk menulis bijo, karena malamnya sudah terlalu lelah. Kenapa sih saya nulis bujonya malam-malam? Biar sekalian 😅 Karena untuk menulis jurnal syukur, refleksi kegiatan anak, dan apresiasi saya butuh melihat keseluruhan aktivitas di hari itu. Tapi sayangnya saya ini kalo udah di atas jam 6 sore, udah tipis banget tenaganya, udah mau habis kebahagiaannya. Jadi pas ngelonin anak-anak di jam 8 atau 9an, yaudah dengan gampangnya saya bablas 🙈 Hari keempat dapat badge need improvement karena cuma bikin ibadah tracke...

30 Hari Ngebujo Day 3

Isi daily log di bujo saya hari ini lebih sedikit dari sebelumnya, karena saya khawatir kalo kebanyakan nanti jadi banyak yang migrated kayak kemarin😅 Tapi catatan refleksi kegiatan anak lebih panjang dari kemarin 😆 Terus, setelah saya pikir-pikir, kayaknya lebih enak kalo nulis refleksi kegiatan ini secara detail, mengingat saya kadang suka lupa dengan proses HS kami. Soalnya porsi terbesar dalam proses HS kami adalah mengobrol, dan seringkali mengobrol ini saya lupa isinya apa ya... Karena mengalir begitu saja 🙈 Saya udah nggak sabar buat bikin layout April niiihh, kayaknya emang butuh banyak penyesuaian. Mungkin saya nanti mau nambahin slot untuk brain dump, buat mengurangi keberisikan pikiran 😅 Iya, itu sebenernya salah satu tujuan saya belajar bujo dan praktek ngebujo, buat decluttering pikiran 😆 Mumpung Maret udah mau abis, cari inspirasi buat layout April aaahh... 🤩

30 Hari Ngebujo Day 2

Hari kedua Alhamdulillah masih bertahan. Saya mengisi ibadah tracker, gratitude noted, daily log, refleksi kegiatan anak, dan apresiasi untuk anak dan suami.  Yang menjadi PR adalah gimana biar saya bisa menulis daily log, refleksi, dan apresiasi dengan singkat, padat, dan jelas. Tadi udah cukup singkat sih, cuma nulis poin-poinnya aja, tapi rasanya perlu saya perbaiki lagi bahasa yang saya gunakan.  Kalo Ceu Kokom-nya sih udah oke 😍💪 Oh iya, hari ini task di daily log saya banyak yang statusnya migrated niiihh, huhu... PR banget emang bisa atur waktu dengan baik, dan tahu kapasitas diri, jadi bisa ngerjain apa yang udah dituliskan. Semoga besok saya semakin lancar ngebujo-nya dan tugas yang udah ditulis bisa dieksekusi semua. Aamiin 💪 #tantangan30hari #tahapkepompong #bundacekatan #institutibuprofesional

Tugas Bahagia : Kapsul Waktu

Berproses di IIP memang tidak lepas dari tantangan, meski begitu, tantangan yang diberikan sejatinya adalah aktivitas yang membahagiakan dan membuat saya lebih mengenal diri sendiri. Saat ini saya sedang mengikuti Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesional, di materi ketujuh ini kami diminta membuat kapsul waktu. Waaah menarik banget! Ini kali pertama saya membuat kapsul waktu, jadi saya akan menceritakan proses dan lika-likunya di sini 🤩 Pra Pembuatan Sebelum membuat kapsul waktu saya banyak mengobrol dengan suami dan anak-anak, saya meminta pendapat mereka tentang diri saya saat ini dan harapan seperti apa saya di masa depan, sesuai peran saya pada mereka. Suami menyampaikan pendapatnya tentang peran saya sebagai istri, Faiq dan Syaura menyampaikan pendapat mereka tentang saya sebagai Ibu. Obrolan ini kami lakukan selama beberapa hari saat makan malam dan kruntelan sebelum tidur. Saya tidak menyangka ternyata seperti itulah saya di mata mereka. Saya bersyukur sekali bahw...

Ke Peternakan Kambing

Sebentar lagi hari raya idul adha akan tiba tetapi kami belum dapat kambing. Sebagai pendatang kami sempat kebingungan akan membeli dimana. Kemarin ada tetangga yang merekomendasikan sebuah tempat (atau pengelola), yang awalnya kami kira peternakan, tapi ternyata mereka hanya sebagai pengelola qurban yang menerima qurban dalam bentuk uang. Kami pun melanjutkan pencarian. Saat pulang dari Intan Pari beberapa hari yang lalu, saya melihat ada peternakan kambing "Hana Farm" yang ternyata lokasinya tidak jauh dari komplek rumah kami. Akhirnya, hari Kamis sore lalu kami jalan-jalan dan sekalian datang ke sana untuk melihat-lihat. Sesampainya di sana... Waaaah kambingnya ada banyak! Dan, udah banyak yang punya jugaaa. Hehehe. Tapi masih ada beberapa yang belum bertuan. Alhamdulillaah. Setelah berkeliling melihat peternakan, kami mengobrol dengan pemilik peternakan. Masya Allah pemiliknya ngerti banget soal kambing dan kambing untuk qurban! Kami jadi dapet banyak ilmu baru. Karena ...

Proyek Dadakan

Selasa lalu kami terlibat proyek dadakan yang benar-benar dadakan. Udah kayak tahu bulat aja ya. Hahaha. Pagi itu teman saya mengirim pesan dan mengajak (anak-anak) kami pergi berenang ke edupark Intan Pari. Saya kemudian bertanya kepada Faiq apakah ia mau atau tidak, dan Faiq pun menjawab mau. Saya pun menanyakan hal serupa ke suami dan beliau pun menyetujui. Family forum yang hanya berlangsung beberapa menit pun menghasilkan putusan kami akan berangkat setengah jam lagi. Dalam waktu singkat itu saya harus bisa menyiapkan bekal, menyiapkan anak-anak, menyiapkan barang bawaan yang dibawa, dan mandi! Hihihi. Alhamdulillah suami saya partner yang sigap. Beliau membantu saya dan mengingatkan saya hal-hal yang luput dari pikiran saya. Sepuluh menit setelah selesai persiapan kami sudah tiba di lokasi. Faiq sangat bersemangat karena ini pertama kalinya ia ke edupark Intan Pari. Ia pun sangat semangat karena ia akan melihat helikopter. Faiq dan ayahnya berenang sedangkan saya dan Syaura...

Tawangmangu dan Telaga Sarangan Project (Part 2)

Alhamdulillah setelah sekian lama kami berencana pergi ke Tawangmangu akhirnya bisa terlaksana juga. Tapi ke Tawangmangunya setelah ke Magetan. Hihihi. Hari Sabtu lalu (12 Agustus) kami pergi ke Telaga Sarangan, Magetan. Jauuuhh yaaa 😆 Agak berbeda dengan rencana sebelumnya karena kami cuma ngikut aja rencana teman yang sebelumnya sudah pernah ke sana. Perjalanan Karanganyar - Sarangan ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 45 menit dengan menggunakan motor. Alhamdulillah anak-anak kondusif banget 😍 Emaknya udah kuatir aja takut mereka ngga kuat di jalan atau apalah. Ternyata mereka enjoy aja. Hahaha. Selama di perjalanan pemandangannya masya Allah baguuuusss banget. Kesempatan banget buat ngajakin kakak tadabbur alam dan bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Mengingatkan lagi tentang kalimat-kalimat thayyibah, mengingatkan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Sampai di Sarangan Faiq langsung nodong minta naik speedboat. Haha. Awalnya saya mengajaknya bernegosiasi den...

Tawangmangu Project (Part 1)

Wacana berwisata ke Tawangmangu sebenarnya sudah diagendakan sejak jauh-jauh hari saat kami kembali dari kampung halaman, tapi apa daya selalu gagal karena personil gantian sakit. Nah, sekarang saat semua sudah sehat, dan insya Allah udah niat banget buat piknik, kami sepakat untuk merealisasikan rencana piknik ke Tawangmangu hari Sabtu besok. Mumpung libur kuliah ayah masih sisa dua minggu lagi. Nanti nyesel kalo tahu-tahu udah masuk kuliah dan ternyata kami belum jadi piknik kemana-mana. Haha. Sore ini ayah mengajak bunda, kakak, dan adik jalan-jalan ke Solo Grand Mall. Sesekali ke mall katanya. Hahaha. Tapi bener, kami memang jaraaaaaanggg banget ke mall. Udah setahun di Solo dan ini kali kedua kami ke Solo Grand Mall. Ke Paragon baru sekali, duluuuu jaman masih hamil adik, uk 34 minggu. Ahihihi. Ke Solo Square? Belom pernaaahh. Jauuuhh soalnya 😂😂 Duh. Kenapa deh jadi bahas mall. Oke lanjut. Nah, berhubung besok kami berencana untuk ke Tawangmangu, kami gunakan waktu makan s...