Langsung ke konten utama

Ke Peternakan Kambing

Sebentar lagi hari raya idul adha akan tiba tetapi kami belum dapat kambing. Sebagai pendatang kami sempat kebingungan akan membeli dimana. Kemarin ada tetangga yang merekomendasikan sebuah tempat (atau pengelola), yang awalnya kami kira peternakan, tapi ternyata mereka hanya sebagai pengelola qurban yang menerima qurban dalam bentuk uang. Kami pun melanjutkan pencarian. Saat pulang dari Intan Pari beberapa hari yang lalu, saya melihat ada peternakan kambing "Hana Farm" yang ternyata lokasinya tidak jauh dari komplek rumah kami. Akhirnya, hari Kamis sore lalu kami jalan-jalan dan sekalian datang ke sana untuk melihat-lihat.

Sesampainya di sana... Waaaah kambingnya ada banyak! Dan, udah banyak yang punya jugaaa. Hehehe. Tapi masih ada beberapa yang belum bertuan. Alhamdulillaah. Setelah berkeliling melihat peternakan, kami mengobrol dengan pemilik peternakan. Masya Allah pemiliknya ngerti banget soal kambing dan kambing untuk qurban! Kami jadi dapet banyak ilmu baru. Karena beliau paham banget ilmunya dan memelihara kambing-kambingnya dengan cara yang baik dan makanan yang baik dan halal, kami jadi mantap untuk membeli kambing beliau. Apalagi jarak peternakan yang dekat dengan rumah. Dan ternyata, pemilik peternakannya pun sering banget sholat di masjid yang sama dengan masjid yang setiap hari suami datangi. Hehehe.

Hari itu saya dan suami juga anak-anak sama-sama mendapat banyak pelajaran dan ilmu baru. Saya dan suami jadi tahu ilmu tentang kambing dan pengetahuan kami seputar kambing qurban jadi bertambah. Sedangkan untuk Faiq dan Syaura, ini merupakan kali pertama mereka ke peternakan kambing. Faiq sangat senang dan tertarik dengan peternakan. Ia memegang kambing, bertanya soal kambing kepada pemilik peternakan, dan sempat memeluk kambing kecil berusia satu bulan juga. Hehehe. Alhamdulillaah :)

Karanganyar, 19 Agustus 2017

#CatatanBelajarBunfasya
#Level3
#Day5
#Tantangan10Hari
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Jadi Fasilitator A Home Team

Hai-hai...  Saya punya cerita baru. Hehehe...  Jadi ceritanya saya lagi ikutan training fasilitator A Home Team dari ahometeam.id. A Home Team ini merupakan salah satu produknya Padepokan Margosari, keluarga panutan kami.  Dulu~ tanggal 14 Januari 2018 saya mengikuti workshop A Home Team yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Jogja. Pak Dodik dan Bu Septi langsung yang memberi materi. Perasaan saya waktu itu? Waaah seneng bangett~ saya bersyukur bisa ikutan workshop meski nggak bisa couple sama suami karena beliau jagain anak-anak. Setelah workshop saya dapat bekal untuk membangun tim keluarga dan saya merasakan keluarga kami menjadi lebih kompak.  Sekarang, saya belajar lagi tentang A Home Team dengan niatan ingin menguatkan home team kami lewat berbagi dengan keluarga lain sebagai fasilitator. Meski materinya masih basic, namun tetap ada hal baru yang saya dapatkan. Apalagi keadaan keluarga kami dan tantangan yang kami hadapi sudah berbeda dengan empat tahun lal...

Jurnal 4 Bunda Salihah IIP : SMART Goals dan Sumber Daya

Alhamdulillah... Akhirnya bisa nulis jurnal lagi. Huhuhu~ Beneran lega dan bersyukur karena ternyata saya bisa bertahan... Di materi 3 dan Questival kemarin rasanya pengen mundur aja... Karena memang perkuliahan kali ini terasa lebih berat... Plus saya memilih untuk membangun tim sendiri dan ternyata tim saya hanya berdua dengan suami. Pas materi 3 beliau ke luar kota dan kami nggak punya banyak waktu untuk ngobrol bareng tentang kuliah di kampus Ibu Pembaharu ini. Pas Questival beliau baru pulang dari luar kota dan saya sempet sakit gara2 mau haid jadi ikutan Questival nggak bisa extra miles. Lalu yang sekarang ini beliau sibuk banget sama kerjaan kantornya, weekend yang biasanya di rumah pun harus dihabiskan di kantor. Hiks... Sempet terpikir untuk mengerjakan sendiri aja atau menawarkan beliau untuk nggak usah lanjut aja atau bahkan sayanya mundur dari perkuliahan ini, tapi ternyata akhirnya kami bisa menyempatkan untuk ngobrol bareng tentang SMART ini dan oret-oret template bareng....

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Pertama

Alhamdulillah sudah sampai di pekan pertama tahap Kupu-kupu. Di pekan ini kami diibaratkan sebagai kupu-kupu muda yang baru belajar terbang.  Pembelajaran kali ini menggunakan fitur baru dari Facebook, yaitu fitur Mentorship. Setiap mahasiswa diminta mendaftar menjadi mentor untuk bidang yang dikuasainya, dan menjadi mentee untuk bidang yang akan dipelajarinya sesuai dengan peta belajarnya. Belajar Terbang Sebagai Mentor Awalnya saya bingung akan menjadi mentor di bidang apa. Saya sempat terpikirkan untuk menjadi mentor mengawal perkembangan anak usia 0-6 tahun. Kemudian keesokan harinya saya teringat bahwa selama lebih dari enam tahun kami sudah hidup tanpa TV dan kami bahagia dengan hal itu. Anak-anak kami tetap memiliki waktu melihat layar atau screentime, tetapi waktunya kami batasi dan durasi waktu tersebut sesuai kesepakatan kami dan anak-anak. Alhamdulillah selama ini anak-anak sangat minim aktivitas layar, sehari hanya maksimal 30 menit saja. Biasanya hanya 10-20 menit. Itu...