Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Kedua

Di pekan kedua ini perjalanan terbang kami berlanjut ke proses assessment. Saya menilai diri saya sebagai mentee maupun mentor. Sebagai mentee saya menilai diri saya masih level basic skill-nya. Skill saya dalam mengelola diri, memaafkan diri, mencintai diri. Pekan ini saya belajar tentang psikologi pemaafan dari mentor saya. Kemarin sempat video call sebentar, Alhamdulilah semoga cukup menambah bonding kami, sehingga kami merasa nyaman satu sama lain. Proses saya sebagai mentor di pekan ini saya banyak bertanya kepada mentee saya, terutama berkaitan dengan tujuan utama belajarnya. Kemudian setelah ditetapkan tujuannya apa, saya mengajak mentee untuk menguatkan tujuan belajar dan tujuan melatih skill yang dipilihnya melalui beragam pertanyaan. Saya tidak melakukan panggilan video dengan mentee, karena hp mentee rusak dan tidak memungkinkan untuk melakukan video call. Hehehe... Semoga di step berikutnya saya bisa terbang semakin tinggi 🦋

Perjalanan Belajar Terbang Pekan Pertama

Alhamdulillah sudah sampai di pekan pertama tahap Kupu-kupu. Di pekan ini kami diibaratkan sebagai kupu-kupu muda yang baru belajar terbang.  Pembelajaran kali ini menggunakan fitur baru dari Facebook, yaitu fitur Mentorship. Setiap mahasiswa diminta mendaftar menjadi mentor untuk bidang yang dikuasainya, dan menjadi mentee untuk bidang yang akan dipelajarinya sesuai dengan peta belajarnya. Belajar Terbang Sebagai Mentor Awalnya saya bingung akan menjadi mentor di bidang apa. Saya sempat terpikirkan untuk menjadi mentor mengawal perkembangan anak usia 0-6 tahun. Kemudian keesokan harinya saya teringat bahwa selama lebih dari enam tahun kami sudah hidup tanpa TV dan kami bahagia dengan hal itu. Anak-anak kami tetap memiliki waktu melihat layar atau screentime, tetapi waktunya kami batasi dan durasi waktu tersebut sesuai kesepakatan kami dan anak-anak. Alhamdulillah selama ini anak-anak sangat minim aktivitas layar, sehari hanya maksimal 30 menit saja. Biasanya hanya 10-20 menit. Itu...

Aliran Rasa Tahap Kepompong

Alhamdulillahirabbilalamiin... Masya Allah tabarakallah akhirnya bisa sampai di titik ini. Berhasil melewati tahap Kepompong dengan segala tantangan dan lika-likunya. Huhuhu... Tiga kali mengikuti tahapan belajar di IIP dari mulai kelas Matrikulasi, buat saya Kelas Bunda Cekatan ini tahapan belajar yang paling nyenengin selama di IIP.  Entah karena cara belajarnya yang pake metode gamifikasi, entah karena konsep merdeka belajarnya, entah karena ketemu lagi sama orang-orang yang punya frekuensi sama, entah karena udah kangeeen banget belajar di kelasnya IIP pasca lulus dari kelas Bunda Sayang, atau entah karena emang pas aja gitu sama kebutuhan diri yang lagi pengen naikin kapasitas di ranah domestik di tengah tantangan baru. Nggak kerasa ternyata udah 4 bulan berlalu, udah 3 tahapan terlewati di kelas Buncek ini. Iya nggak kerasa, karena emang semenyenangkan itu prosesnya buat saya 💕 Setiap tahapan dengan segala tantangannya, setiap tantangan dengan segala cerita di dalamnya, buka...

Puasa Pekan Keempat, Gadget Focus

Melanjutkan puasa pekan kedua dan ketiga, di pekan keempat ini masih dengan tema sama yaitu puasa kepo, dengan spesifik berlatih fokus saat menggunakan gadget sesuai jadwal pekanan gadget focus yang sudah saya buat sebelumnya. Berbekal refleksi diri di pekan kedua dan ketiga, serta pengamatan terhadap aktivitas gadget saya, saya pun memilih untuk menurunkan standar keberhasilan saya, hahaha... Bukan, bukan karena saya menyerah, tapi saya sadar kalau parameter yang saya buat di awal itu belum bisa saya capai dengan baik di kondisi saat ini. Saat saya memang harus banyak bersahabat dengan gadget untuk mendapatkan sumber belajar, baik bagi saya maupun anak-anak. Kurang achieveable gitu lo 😁 Jadi di pekan keempat ini saya mengubah parameter keberhasilan saya menjadi : Excellent : kalau kepo hari itu sesuai dengan gadget focus dan kepo nirfaedahnya kurang dari 30 menit Very Good : kalau kepo hari itu sesuai dengan gadget focus dan kepo nirfaedahnya berkisar 30-45 menit Satisfactory : kalau...

30 Hari Ngebujo Day 30

Alhamdulillah... Akhirnya sampai di hari terakhir dari tantangan 30 hari Tahap Kepompong 🎉 Saya mau cerita kesan dan proses selama belajar konsisten Ngebujo ini ya... Saat saya menentukan mau belajar apa saat tahap ulat kemarin, saya mantap memilih tema utama manajemen waktu dengan spesifik bullet journal, maka saya menghabiskan paling banyak waktu belajar di keluarga bullet journal. Kemudian saat diminta memilih tantangan 30 hari saya pilih konsisten ngebujo. Paramater keberhasilannya saya buat mudah, karena goal saya adalah melatih otot Ngebujo, biar terbiasa Ngebujo, dengan 5 bagian yaitu tracker ibadah, gratitude notes, daily log, refleksi kegiatan anak, dan apresiasi.  Selama menjalani tantangan ini kadang saya lupa update bujo, karena keburu ketiduran... Kadang saya lupa setor meski udah update, karena ketiduran juga... Kadang saya ngisi bujo dengan semangat... Kadang saya ngisi dengan terpaksa karena merasa harus ngerjain tugas 🙈 Lika liku dan nano nano tersebut bermuara p...

30 Hari Ngebujo Day 29

Waaaahhh udah hari ke-29.... Nggak kerasa 😍 Halaman bujo udah banyak yang keisi, bentar lagi masuk bulan baru. Setelah berlatih rutin ngebujo selama hampir sebulan ini, kayaknya saya cukup nyaman sama model basic gini. Nggak pusing mikirin template yang lucu dan indah, plus nggak ribet bikinnya karena emang nggak bisa. Wkwkk...

30 Hari Ngebujo Day 28

Alhamdulillah hari ke-28 🎉 Semakin ke sini semakin terlatih untuk mempersingkat apa yang ditulis, cukup poin pentingnya saja. Refleksi kegiatan anak dan apresiasi pun ternyata bisa disederhanakan, nggak lagi panjang lebar 😆 Oh iya, hari ini saya menemukan kebahagiaan dari merealisasikan rencana yang terbayang-bayang, hahaha... Proses realisasinya menantang soalnya, harus nunggu Tsabita tidur atau asyik main sendiri dulu. Jadi kalo bisa terlaksana di waktu yang ditargetkan, seneng banget rasanya 😍 Apalagi hasil akhirnya cukup memuaskan 🤩