Langsung ke konten utama

Postingan

Membumikan Karakter Melalui Aktivitas

Seperti bahasan habit to nation, bahasan activity to nation juga dilaksanakan dalam waktu dua pekan. Selama dua pekan ini kami banyak berdiskusi di WAG. Selain tentunya melanjutkan habit sesuai milestone yang telah disepakati. Kali ini saya mengenal diri melalui aktivitas yang saya lakukan sebagai Hexagonia. Semua aktivitas tersebut dimasukkan ke template 4E untuk diidentifikasi mana saja yang enjoy, easy, excellent, dan earn. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan prioritas aktivitas serta aktivitas mana saja yang akan ditingkatkan level 4E-nya. Ini yang saya kerjakan di jamboard Setelah selesai dengan template 4E pribadi, kami mendiskusikan semuanya dan mengelompokkannya. Terakhir kami memilih diksi-diksi umum yang mewakili bentuk aktivitas kami. Ini hasil diskusi kami. Aktivitas-aktivitas yang kami lakukan ini salah satu cara kami membumikan karakter yang sudah kami pilih sebelumnya, tentu juga sebagai sarana membangun habit baik yang sudah ditentukan di pekan lalu. Oh iya, di pekan...

Membangun Habit di Hexagon City

Jurnal kali ini berisi kegiatan selama 2 pekan terakhir. Di pekan ini kami belajar tentang habit. Setelah sebelumnya kami menetapkan karakter apa yang akan melekat pada diri kami, kali ini kami mulai beraksi lewat habit, agar karakter tersebut dapat mewujud. Di pekan ini bahasan project passion CH kami pun semakin seru. Terasa banget diksi produktifnya. Nggak ada sehari pun berlalu dengan sia-sia, setiap hari kami selalu diskusi membahas project passion kami. Cukup menantang rasanya bagi yang tidak bisa mengejar kecepatan. Saya yang merasa sudah cukup aktif berperan di WAG pun merasa demikian.  Kami menetapkan milestone project sebanyak 5 tahapan. Konsep milestone-nya pakai punya ide dari saya, btw. Dari sini saya kembali mendapat konfirmasi, bahwa saya memang punya bakat dalam membuat konsep dan perencanaan. Belakangan saya baru tercerahkan, bahwa itu adalah ciri orang-orang dengan bakat ideation. Ah, ternyata selama ini keyakinan bahwa saya lemah dalam ideation salah, hanya karen...

Membangun Karakter di Hexagon City

Pekan ini saya kembali dibuat terkagum-kagum dengan Hexagon City. Konsep Character to Nation yang disampaikan founding mother membuat saya pribadi merinding. Bagaimana tidak? Beliau ingin kami memiliki karakter moral yang sama sebagai Hexagonia untuk membangun peradaban  Hexagon City. Karakter moral yang beliau maksud juga sama dengan karakter moral Ibu Profesional. Karakter moral sendiri diartikan sebagai kumpulan kualitas perilaku moral yang bisa menyatukan dan mendefinisikan secara budaya sebagai perbedaan dari warga lain. Kesamaan karakter moral akan menjadi identitas suatu kelompok. Di Hexagon City ada 3 komponen karakter moral yang harus kami miliki, yaitu:  Moral knowing, yaitu pengetahuan tentang moral. Ada 6 yang berlaku di Hexagon City. Moral feeling, yaitu perasaan tentang moral. Ada 6 yang harus mampu dirasakan oleh para Hexagonia. Moral action, yaitu bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Bisa dilihat dari 3 hal yaitu komp...

Aktivasi Passion di Hexagon City

Setelah pekan lalu terbebas dari kewajiban menulis jurnal, kini saatnya kembali meneruskan cerita perjalanan belajar di Hexagon City. Pekan ini kami mendapat enrichment mengenai passion dari founding mother. Beberapa temuan yang saya dapat dari sesi enrichment Rabu (14 Oktober) lalu adalah : Apa itu Passion? 1. Passion adalah perasaan yang sangat kuat pada seseorang untuk melakukan sesuatu. 2. Passion seringkali menjadi akar dari berbagai hal sebelum seseorang melakukan sesuatu. Ada internal motivation yang kuat di sini. 3. Passion seringkali mendorong seseorang berinisiatif melakukan sesuatu tanpa diminta. Passion membuat seseorang bersungguh-sungguh belajar dan melalui proses serta melakukan improvement dari hari ke hari. 4. Passion tidak sama dengan hobi, karena tidak semua hobi terasa passionate saat dijalankan.  Pembagian Passion Agar lebih aktif dan produktif, sebaiknya berupaya untuk menemukan passion yang cocok dan menumbuhkannya sesuai dengan perkembangan diri. 1. Passion ...

Pesta Demokrasi Ala Hexagon City

Rumah sudah terbangun, co-housing sudah terbentuk, cluster pun sudah tertata, co-housing leader maupun cluster leader masing-masing sudah terpilih, kini saatnya memilih city leader. Dan, pekan ini kami mendapatkan pengalaman super seru melalui proses pemilu yang tidak biasa 🤩 Pendaftaran Calon Walikota Walikota akan dipilih langsung oleh Hexagonia melalui proses pemilu. Sebelum pemilu dimulai, dibukalah kesempatan untuk menjadi walikota, semua warga berhak mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai walikota. Saat KPU mengumumkan para calon walikota, wooow saya berbinar! Beberapa diantara Cawalkot yang terpampang saya tahu sepak terjangnya, bahkan ada dua orang yang saya kenal secara personal. Baru melihat flyer-nya, saya sudah kebingungan mau pilih siapa 😆 Ternyata dari 6 calon walikota tadi tidak semuanya dicalonkan oleh cluster-cluster, tetapi ada juga yang mendaftar sebagai calon independen. Kereeeenn ya? 🤩 Kampanye dan Pemilu yang Extraordinary Sejujurnya, saya termasuk orang yang...

Belajar Bermimpi di Hexagon City

Akhirnya nulis di blog lagi, setelah 2 bulan lebih blog ini jadi sarang laba-laba 😆 Setelah bermain di hutan, melalui setahap demi setahap tantangan yang hadir di sana, kini tibalah saya di sebuah kota yang belum pernah ada sebelumnya, Hexagon City. Sebuah kota impian, yang di dalamnya berisi warga-warga yang produktif dengan ide-ide kreatif yang penuh solusi.  Hexagon City didirikan oleh founding mother, seseorang yang menemukan pulau Cahaya dan membangun peradaban di sana. Hexagon City akan dipimpin oleh seorang walikota yang dibantu oleh jajarannya. Di sana juga terdapat gubernur bank yang akan mengelola aset kota. Kami, para warganya, disebut Hexagonia. Hexagonia adalah orang-orang terpilih dengan integritas yang tinggi. Bukan IIP namanya kalau nggak ada kejutan. Di pekan pertama kami menjadi Hexagonia, kami diajak bermimpi setinggi langit oleh founding mother. Saya pribadi merasa canggung dan bingung di awal. Apakah karena saya sudah tidak lagi bisa bermimpi? Apakah saya tela...

Aliran Rasa Bunda Cekatan

Setiap tahapan belajar di IIP selalu mencerahkan dan menggugah. Setiap perjalanan yang dilalui pun selalu penuh dengan emosi. Ada bahagia, haru, kecewa, sedih, bosan, bahkan marah. Tapi, tentu saja, di situlah seninya. Di situlah cara saya menyesap setiap ilmu yang saya dapat, agar nantinya saya bisa lebih mudah memanggilnya kembali saat dibutuhkan. Kelas Bunda Cekatan, kelas yang saya tunggu setahun lebih sejak lulus dari kelas Bunda Sayang. Kelas yang saat saya ikuti, saya juga teman-teman lainnya menjadi angkatan pertama. Bagaimana rasanya menjadi angkatan pertama? Excited! Saya pribadi rasanya sangat gembira, terlebih setalah mengetahui bahwa hampir setiap pekannya kami menerima kejutan dari Ibu. Ya, kami sebagai angkatan pertama difasilitasi langsung oleh Bu Septi, founder IIP. Pernah merasakan kelas Matrikulasi, kelas Bunda Sayang, kemudian kelas Bunda Cekatan, saya merasa kelas Bunda Cekatan adalah kelas yang paling menyenangkan dan menumbuhkan. Hal-hal yang membuat saya sangat ...